INDONESIA BERPOTENSI TAKLUKAN PASAR HALAL DUNIA

KSEI UIN SAIZU PURWOKERTO
6 Min Read

Awalnya minat konsumen terhadap produk halal di dunia terbilang rendah, namun seiring dengan pertumbuhan penduduk muslim yang semakin meningkat maka terjadilah peningkatan permintaan produk yang sudah dinyatakan halal tersebut, bahkan saat ini produk halal seakan dijadikan sebuah tren yang tidak hanya dibutuhkan konsumen melainkan kewajiban bagi produsen dalam memproduksi suatu barang. Dan itu bukan hanya dikalangan muslim saja, tidak sedikit pula perusahaan asing dan negara mayoritas non muslim yang termotivasi dan berlomba-lomba menjadi pusat produk halal. Indonesia dengan jumlah penduduk muslim diatas 200 jiwa menjadi salah satu target pasar utama negara produsen produk halal.

Peluang usaha produk halal dinegara kita sangat potensial dan menjanjikan. Dengan kuantitas penduduk muslim yang besar kapasitas Indonesia sebagai produsen sekaligus konsumen produk halal juga sangat besar. Kebutuhan produk halal apabila dapat dipenuhi sendiri akan menjadi tulang punggung perekonomian negara. Sebagaimana yang dikemukakan wakil presiden saat memberikan pengarahan dalam pagelaran Indonesia Industrial Moslem Exhibition 2021 yang digelar secara virtual, seperti dikutip melalui keterangan resmi, Jumat (4/6/2021) bahwa “Indonesia memiliki potensi pasar besar bagi produk muslim. Kita tentu sangat ingin Indonesia juga menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia” kata Ma’ruf Amin. Wakil presiden mengungkapkan, berdasarkan data OIC Economic Outlook 2020, di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Indonesia masih menjadi eksportir terbesar kelima dengan proporsi 9,3. Angka tersebut di bawah Arab Saudi 14,5%, Malaysia 13,3%, Uni Emirat Arab 12,3%, dan Turki 10,1%. Indonesia juga merupakan importir terbesar keempat dengan proporsi 8,4% di bawah Uni Emirat Arab 12,2% Turki 12,1% dan Malaysia 11,8%. Untuk itu, Ma’ruf Amin berharap agar potensi Indonesia sebagai pasar produk muslim harus dibarengi dengan peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke luar negeri khususnya ke negara-negara OKI.

Agar industri produk halal di negara kita dapat tumbuh dan berkembang pesat sehingga dapat mengimbangi produk halal dunia, maka perlu kerja keras mendorong bangkitnya industri produk halal Indonesia. Kita perlu menjadikan produk halal ini sebagai produk yang diterima dan diminati oleh masyarakat baik tingkat nasional maupun global. Mengembangkan produk halal ini menjadi suatu tantangan tersendiri di era globalisasi, dimana perdagangan bebas akan mewarnai bisnis global. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang, dan jasa. Ketika globalisasi itu terjadi maka batas-batas suatu negara menjadi kabur dan akan terjadi keterkaitan antara perekonomian nasional dan global yang akan memungkinkan terjadinya ketergantungan dalam bidang ekonomi antara satu sama lain. Dalam era perdagangan bebas, halal menjadi syarat penting menembus pasar global.

Diskursus bisnis produk halal telah menjadi isu yang dibahas pada sidang Word Trade Organization (WTO), diikuti oleh 100 negara di dunia. Sejak tahun 2010 isu tentang produk halal selalu menjadi agenda pembahasan rutin. Kebutuhan masyarakat dunia  mendorong Indonesia memasarkan produk-produk halalnya ke berbagai negara. Selain itu Indonesia juga membentuk badan-badan pemerintah yang bergerak dalam produk halal seperti Badan Standar Nasional (BSN) bersama Komite Akreditasi Nasioanl (KAN) yang melakukan koordinasi dengan beberapa pihak yaitu BPOM, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, kementerian pertanian, MUI, YLKI dan pihak lainnya. Tanpa mentalis yang tangguh, materi yang memadai, dan substansi yang terpenuhi maka potensi, sumber energi, komoditi, dan sumber daya yang kita miliki akan sulit bersaing di pasar halal pada era globalisasi ini. Oleh karena itu diperlukanstrategi-strategi yangdalammengembangkan produk halal di Indonesia menuju pasar halal dunia sebagai berikut:

  1. Membangun SDM yang ahli di bidang produk halal

Penyelenggaraan aksi gerakan masyarakat halal di Indonesia belum mencakup seluruh lapisan dan tingkat masyarakat disebabkan karena kurangnya SDM sebagai narasumber dan tenaga penyuluh.

  1. Menggiatkan aksi komunikasi, informasi dan edukasi di bidang produk halal dengan semua elemen masyarakat sehingga jumlah masyarakat sadar halal akan semakin meningkat.
  2. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang penelitian dan pengembangan produk halal dengan membangun Halal Center sebagai pusat penelitian dan pengembangan.
  3. Mengkoordinir produksi dan distribusi produk halal

Adanya koordinasi satu pihak dari bisnis produk halal dalam negeri, dapat membuat kebijakan masing-masing instansi tidak akan saling tumpang tindih, sehingga satu suara dalam menggerakkan pelaku usaha dibidang industri produk halal.

  1. Menguatkan peran komunitas halal

Komunitas halal yang sudah makin kian terbentuk, harus dikuatkan perannya oleh pemerintah sehingga mampu menjaring produsen dan konsumen mengembangkan industri produk halal.

  1. Membangun jaringan perdagangan produk halal dalam dan luar negeri.

Menghadapi kompetisi yang semakin kuat di pasar global, perlu peran serta pemerintah menciptakan jaringan bisnis bagi pelaku usaha produk halal, terutama bagi UMKM, seperti menjalin kerjasama internasional dalam bisnis produk halal.

 

 

Penulis : Lailatul Nuzulul Rokhmah

 

Sumber gambar : https://images.app.goo.gl/S9wobQidcKTPy6S8A

Sumber referensi :

  • Lady Yulia. 2015. Strategi Pengembangan Industri Produk Halal. Jurnal Bimas Islam. Vol (8). No (1): 150-151
  • Arin Fithriana, Rendy Putra Kusuma. 2018. Implementasi Kebijakan Pangan Halal Indonesia: Keunggulan Kompetitif Dalam Tren Pangan Halal Di Asia Tenggaran. Vol (30). No (2).ISSN 2541-318X
  • Muawanah, Nur Dinah Fauziah, Aqnes Cahyatria Manaku. 2021. STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK HALAL DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI HALAL DI INDONESIA. Al-‘Adalah: Jurnal Syariah dan Hukum Islam. Vol (5). No (1). e-ISSN: 2503- 1473.
  • https://www.cnbcindonesia.com/syariah
TAGGED: , ,
Share this Article
6481 Comments