Peran Mahasiswa dalam Menumbuhkan Perekonomian di Bulan Ramadhan

KSEI UIN SAIZU PURWOKERTO
3 Min Read

Di tengah sorotan yang memenuhi atmosfer bulan Ramadan, peran mahasiswa sebagai agen perubahan ekonomi semakin menjadi fokus utama. Dengan kecemerlangan kreativitas dan keberanian untuk berinovasi, mahasiswa berhasil menciptakan ragam produk dan layanan yang tak hanya memenuhi kebutuhan pasar Ramadan, tetapi juga membuka pintu peluang baru. Langkah-langkah mereka bukan hanya menghidupkan kembali roda ekonomi lokal, melainkan juga memberdayakan pelaku usaha lokal seperti produsen dan pedagang. Tak hanya itu, keterlibatan mahasiswa dalam dinamika ekonomi Ramadan tidak sekadar untuk keuntungan finansial semata, melainkan juga memberikan dampak sosial yang signifikan dengan menciptakan lapangan kerja serta turut serta dalam kegiatan sosial dan amal yang berdampak besar bagi masyarakat luas. Dengan demikian, mahasiswa bukan sekadar pemain dalam ekosistem ekonomi Ramadan, melainkan juga menjadi pionir dalam mengubah paradigma sosial dan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh mahasiswa sebagai generasi muda pembawa perubahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. Pertama, mendukung usaha UMKM dengan mempromosikan produk lokal dan memberikan strategi pemasaran yang efektif. Kedua, memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada masyarakat, terutama yang kurang mampu, melalui berbagai platform seperti seminar, webinar, dan konsultasi. Ketiga, mengorganisir kegiatan penggalangan dana dan kegiatan sosial untuk membantu mereka yang membutuhkan selama bulan Ramadan, seperti memberikan bantuan kepada TPQ atau mengadakan buka bersama gratis. Terakhir, mahasiswa yang memiliki keahlian dalam teknologi bisa mengembangkan aplikasi atau platform online untuk memfasilitasi transaksi bisnis selama bulan Ramadan, seperti aplikasi pemesanan makanan dan minuman atau platform e-commerce untuk produk-produk spesifik bulan Ramadan.

Bulan Ramadan ini menciptakan dampak positif terlihat dari peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha mikro disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat akan berbagai jenis produk. Meskipun ada upaya untuk mengendalikan konsumsi berlebihan seperti israf (berlebih-lebihan) dan tabzir (pemborosan), larangan tersebut malah memberikan dampak positif dengan meningkatkan volume penjualan. Secara keseluruhan, bulan Ramadan menjadi pemicu utama dalam meningkatkan aktivitas ekonomi secara menyeluruh, terbukti dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan peningkatan kesejahteraan keluarga pedagang akibat peningkatan pendapatan mereka selama bulan tersebut.

Sumber Gambar :

Ramadhan Bulan Berbagi Dan Produktif Bagi Mahasiswa – Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk (iaipd-nganjuk.ac.id)

Referensi :

Wahyudi, I., Nawawi, Z. M., & Syarvina, W. (2023). Analisis Dampak Bulan Ramadhan Dalam Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Di Kelurahan Harjosari Kecamatan Medan Amplas. Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)4(1), 1187-1195.

https://www.kompasiana.com/muhammadzidan02/6103b7909f7b9d206d3e6912/peran-mahasiswa-sebagai-agen-penggerak-ekonomi-masyarakat#:~:text=Mahasiswa%20bisa%20bertindak%20sebagai%20penggerak%20dari%20pertumbuhan%20ekonomi,pertanian%20dengan%20meningkatkan%20daya%20beli%20atau%20laju%20ekonomi

https://www.kompasiana.com/novitahavizh1797/64314ca908a8b50e401b63f2/korelasi-peran-mahasiswa-dan-organisasi-pada-bulan-ramadhan-dengan-pendidikan-dan-ilmu-ekonomi-islam

Penulis : Ayu Rahma Khoerunisa, Izzatu Tazkiyah, Himayatul Hidayat Nur

Editor : Junjun Abdi Nurrahman

Share this Article
6 Comments