BANK SYARIAH INDONESIA KENALKAN EKONOMI ISLAM

KSEI UIN SAIZU PURWOKERTO
6 Min Read

Keinginan masyarakat terhadap gaya hidup halal mendorong perkembangan keuangan syariah yang ada di Indonesia menjadi lebih dikenal oleh masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa pertumbuhan aset keuangan syariah di Indonesia terus melaju pesat. Dicatat bahwa per Januari 2021, total asset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk saham syariah) mencapai Rp1. 823,13 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 24,54% secara year on year. Pertumbuhan pada awal tahun ini melampaui pertumbuhan aset keuangan syariah pada tiga tahun terakhir dimana pada tahun 2018 total aset keuangan syariah tumbuh 14,15%, kemudian 13,84% pada 2019,dan 27,79% pada 2020.

Perbankan syariah sedang menjadi topik pembicaraan yang hangat di awal tahun ini. Tiga Bank Syariah Milik Pemerintah yakni Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Syariah akhirnya merger menjadi satu kesatuan dan berubah nama menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). OJK telah menerbitkan izin Bank Syariah Indonesia sebagai entitas baru pada tanggal 27 Januari 2021. Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso pada saat peresmian Bank Syariah Indonesia bahwa “OJK mendukung kebijakan untuk mendorong lahirnya Bank Syariah dengan skala ekonomi yang lebih besar serta mempunyai jaringan yang luas dalam melayani masyarakat, menjadi bank yang lebih kompetitif di regional maupun global, dan menjadikan Bank ini ranking 7 di Indonesia”.

Berdasarkan data total aset Bank Syariah Indonesia yang dicatat oleh OJK  tercatat pada tahun 2020 total aset BSI hasil merger mencapai Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun. Dengan nilai aset dan modal inti tersebut Bank Syariah hasil merger akan masuk jajaran 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset segi kapitalisasi pasar.

Menurut Banjaran Surya Indrastomo, seorang pengamat sekaligus pengajar Studi Ekonomi Islam di Universitas Indonesia, bank syariah hasil merge memilki prospek cerah karena akan mewarisi hal-hal baik dari tiga entitas yang terlibat. Hal itu membuat Bank Syariah hasil merger memiliki kekuatan komplit untuk memperbesar pangsa pasar keuangan syariah. Seperti yang kita ketahui, ketika bank syariah yang sudah bemerger ini memiliki keunggulan masing-masing. Semisal Bank Syariah Mandiri yang terkenal dengan sistem kerja dan profesionalitas kerjanya, Bank BNI Syariah dengan kemampuan inovasi, serta BRI Syariah dengan pemahaman lokal dan regional. Dari.masingmasing keunggulan tersebut, sehingga banyak yang memprediksi BSI akan menjadi lincah dan semakin kompetitif dengan bank konvensional yang saat ini lebih dominan.

PT Bank Syariah Indonesia atau yang sekarang disebut BSI diresmikan pada 1 Februari 2021. Dengan adaanya BSI ini diharapkan dapat memberikan pilihan lembaga keuangan baru bagi masyarakat sekaligus mampu mendorong perekonomian nasional. Tujuan penggabungan bank syariah yaitu menorong bank syariah lebih besar sehingga dapat masuk kepasar global. Penggabuangan bank bank ini dinilai lebih efisien dalam penggalangan dana, operasional, dan belanja. Marger bank ini diharapkan perbankan syariah terus tumbuh dan menjadi energi baru bagi perkonomian nasional.

BSI berkembang dengan sangat baik, ini merupakan langkah awal penggerak literasi perbankan syariah. BSI dapat berperan besar dalam pengembangan ekosistem halal. Namun, disamping perkembangan BSI yang baik ada tantangan yang besar kedepannya yang menanti BSI sebagai bank baru yang berdaya saing untuk tetap konsisten. Sebagai bank hasil merger, adaptasi budaya kerja tidak mudah. Manajemen BSI perlu memastikan proses integrasi berjalan mulus. Selain itu, perlu juga sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat lebih lanjut untuk bisa mengenal dengan utuh kelebihan-kelebihan dan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh BSI. BSI harus dapat bertransformasi dan menetapkan beberapa strategi untuk menjawab tantangan kedepan, mulai dari perbaikan proses bisnis, penguatan manajemen resiko, penguatan SDM, hingga penguatan energi digital. BSI diarahkan menjadi bank modern tetapi tetap setia pada pinsip syariah.

Saat ini, BSI sudah memiliki 1.120 cabang di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut lebih banyak dari 2 bank yang lebih besar dari BSI yaitu BTN yang memiliki kantor cabang 880 buah (termasuk kantor kas), dan Bank CIMB Niaga yang hanya mempunyai 466 kantor. Jumlah karyawan BSI juga cukup besar, yakni 20.094 orang. Dengan semakin banyaknya daya insani yang mengelola BSI, diharapkan akan tercipta kompetensi karyawan yang semakin berkualitas dan optimal.

 

 

Penulis : Yoni Saputri

Sumber gambar : Detik finance

Referensi :

Achmad Sani Alhusain. 2021. Bank Syariah Indonesia: Tantangan dan Strategi dalam mendorong perekonomian Nasional. Vol 8. hlm 20

Sri Mahargiyantie. 2020. Peran Strategis Bank Syariah Indonesiadalam Ekonomi Syariah di Indonesia. Vol 4 no 1

Ananda Rezky Wibowo. 2021.Artikel Pentingnya Merge Bank Syariah Indonesia untukEkonomi Syariah Nasional.

Romadhon Bagus, Sutantri. 2021. Korelasi Merge Tiga Bank Syariah dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Produk Perbankan Syariah. Vol 03 No 01 Maret 2021. https://ejournal.iain-tribakti.ac.id/index.php/perbankan

 

 

Share this Article
6137 Comments